Monday, July 21, 2008

Work @ Week End

Aku rasa seharusnya aku bisa menikmati makan malam di hotel bintang lima pada Sabtu malam diiringi musik yang indah, khususnya karena org-2 terkenal seperti BS, AS and Y ada disekitar dakyu. Tapi kami tidak melakukan hal itu. Aku justru sibuk kesana kemari di Shanghai Night, Shanghai Classic, Armen, Taman Sari, dll untuk mengcek tempat. Yeah… nice dinner with a nice people, but must be in hurry coz we are working there….
Oh… pity gal…
Maybe, must be try to build an other imagine then :p

Love,
blueSaphier

read in english

back to blueSaphier’s blog


Hard "silly" worker

Jam digital di pojok halaman dalam komputer saya mengatakan saat pukul 3:23, akhir dari malam .. tapi terlalu pagi ... dan aku baru saja tiba di rumah.

Aku memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk besok, diperlukan banyak waktu sehingga membuat saya harus tinggal dikantor sampai malam. Tapi "Thanks God" mas Rene van Helsdingen sang program acara utk JakArt@2008 adalah pria yang baik hati. Meski saya tahu dia sangat lelah, tapi dia meghawatirkan saya dan mengantarkan saya dengan taxi. Dia tidak tahu kalau saya ini "silly gal" yang dapat tinggal dimanapun hehe.

Mas Rene adalah pianis yg lucu, dia tidak marah meskipun teman saya Mulky membuat ilustrasi yg konyol ttg dia di "Daily If, If Daily".
Saya kira hampir semua orang di JakArt@2008 Festival Program "gila", terutama Mediatik tim yang membuat "Daily If, If Daily..." Haha ...

Mba Ary Sutedja tadi pergi sekitar jam 11.00 malam. Dia juga melakukan banyak hal. Setiap orang harus bekerja cepat karena waktu yg tersedia sangat singkat untuk mempersiapkan acara JakArt@2008. Tetapi situs JakArt sudah aktif sekarang, anda bisa mengunjungi www.jakart.info untuk menemukan program JakArt@2008.

Kami memiliki banyak program Imaginary, saya merasakan bahwa kita harus menghabiskan banyak waktu bahkan hanya untuk berimajinasi. Ternyata itu tidak semudah seperti yang saya bayangkan. Kami punya "Daily If, If Daily", ini tentang sebuah harian imajinasi yang melaporkan tentang Imaginary Festivals. Event-event dalam pikiran kita harus dilaporkan /direportase di "Daily If, If Daily". Dan kami menemukan bahwa hampir semua reporter "IF" sudah sekarat untuk membuat artikel Imaginary.
Yeah .... ternyata membuat artikel imajiner itu tidak mudah.!

Saya senang bekerja dengan artis besar seperti Mba Ary Sutedja dan mas Rene van Helsdingen. Mereka sangat berbakat, namun tetap rendah hati dan selalu mencoba untuk nice ke orang-orang di sekitar, dan mereka tetap tersenyum meski sedang ribet, wow ...: O. Saya mau mencoba untuk menjadi seperti mereka, saya berjanji...! :)

Tetaplah berimajinasi, untuk membuat hidup Anda lebih menyenangkan.

Love,
blueSaphier

read in english

back to blueSaphier’s blog


Sunday, July 06, 2008

Values [Point]


N.I.L.A.I



Saya tidak pernah tahu secara persis apa definisi sebuah nilai dalam kehidupan. Tiba-tiba saja pertanyaan itu melesat di kepala saya yang sedang kosong. Dan hebatnya.... saya merasa tak berdaya untuk menjawab pertanyaan tersebut... kemudian alam fikiran saya melayang ke masa yang lalu.... ini bukan imajinasi, ini tentang kembali ke masa lalu untuk mencoba mencari jawaban.

Saat saya SMP, saya menyadari bukan sebagai anak yang pandai, tapi entah mengapa saya sadar sepenuhnya bahwa saya cerdas dan punya nilai (nah... ada perasaan punya nilai tapi ternyata tidak mengerti arti "nilai" aneh ya?).


Nilai 1:
Saya selalu mendapat nilai yang fluktuatif untuk hampir semua pelajaran, maksudnya, kadang saya dapat nilai 10 kadang 2. Anehnya... nilai-nilai yang tercoret dikertas ulangan tersebut tidak pernah mempengaruhi saya untuk merasa senang (saat mendapat nilai 10) atau merasa sedih dan hancur (saat mendapat nilai 2) entah mengapa perasaan saya sama saja.

Nilai 2:
Khusus untuk pelajaran menggambar, saat saya SMP saya tidak pernah menerima nilai 7. Kenapa? karena saya tahu bahwa saya bisa mendapatkan nilai di atas 8. Jadi kalau belum mendapatkan nilai 8 saya akan menegosiasikannya dengan guru yang bersangkutan untuk menunggu saya membuat gambar baru sehingga nilai saya menjadi di atas 8. Waktu itu saya hanya mau dikalahkan oleh 2 orang teman saya yang memang saya tahu pintar dan kreatif dalam menggambar.
Saat SMA, saya pernah dapat nilai 6 untuk menggambar. Saya tanya alasannya kepada guru yang bersangkutan, jawabnya, "Kamu tidak menggambar dengan tangan kamu. Kamu dibantu orang lain." Saya heran, bagaimana dia bisa mengambil kesimpulan seperti itu? sementara dia tidak tahu hal yang sebenarnya, bukankah itu sudah masuk kategori menuduh?! Heran saya! Tapi dengan rendah hati saya bilang, "Beri saya 10 menit untuk menggambar kembali di depan bapak sekarang!" dan.... sejak itu saya selalu mendapat nilai di atas 8. Dan saya tidak pernah rela orang lain di kelas memiliki nilai lebih tinggi dari saya ketika SMA, kenapa? karena saya tahu... saya yang terbaik untuk menggambar saat itu di kelas. Kalau waktu di SMP saya tahu bahwa saya tidak bisa melebihi 2 teman lainnya.

Nilai 3:
Saya pernah dapat nilai rapot untuk pelajaran nahwu 9 saat sekolah di madrasah, kemudian saya menghadap dan minta direvisi jadi 6, karena saya tahu nilai yang pantas untuk saya memang 6 untuk pelajaran tersebut pada saat itu, bukan 9.
Hal yang sama terjadi untuk pelajaran fisika di sekolah umum, saat saya menerima raport dan nilai saya 8, saya minta direvisi jadi 6. Sampai saat ini saya rasa guru fisika saya masih teringat dengan peristiwa tersebut, karena saat saya datang menghadap dan minta revisi nilai, beliau hampir murka, "Kamu mau nilai berapa HAH?!" tanyanya menggelegar, dan saat saya jawab 6, beliau terbahak-bahak.
Tapi saat saya dapat nilai 5 untuk pelajaran olahraga, saya juga tidak terima, karena saya tahu saya mampu dan nilai saya harus 8, kenapa? Karena saat itu saya telah menjadi atlet pencak silat dan menjuarai pertandingan remaja tingkat nasional dimana saya mendapat mendali perak. Dan ajaibnya saya mendapat nilai 5 dengan alasan tidak ikut olahraga lari, padahal saya berlari tercepat no. 2 (yang no. 1 memang atlet lari, sementara saya atlet silat hehe) dan kami (saya dan si pelari) mengitari lapangan sepak bola sebanyak 20 kali, saat kami menyelesaikannya, yang lain rata-rata baru menyelesaikan antara 7-9 putaran. So... nilai saya 5? No way!

Nilai 4:
Note: besok disambung... dah malem.. ngantuk :)

Love
blueSaphier

read in english

back to blueSaphier’s blog


Sunday, June 29, 2008

Universe Intelegence [Kecerdasan Semesta]


Mike Dooley: "Ketika Anda melakukan visualisasi, ketika Anda mendapatkan gambar itu bermain dalam benak, selalu dan hanya pelihara hasil akhir."

Jack Canfield: "Ini adalah perasaan yang sungguh-sungguh menciptakan ketertarikan, bukan hanya menciptakan gambar atau pikiran. Banyak orang berfikir, 'Jika saya memikirkan pikiran yang positif, atau jika saya memvisualisasi apa yang saya inginkan, itu akan sudah cukup.' Jika Anda melakukan hal itu, tetapi tidak merasa berkelimpahan, atau tidak merasa penuh cinta atau gembira, itu tidak menciptakan daya ketertarikan."

Michael Bernard Beckwith: "Sekarang, perasaan dan penglihatan dalam benak itu akan mulai menjadi pintu terbuka yang melaluinya 'daya semesta' akan mewujudkannya."

Jack Canfield: "Tugas kita bukanlah menemukan bagaimana caranya. Cara ini akan muncul dengan sendirinya dari komitmen dan keyakinan pada apa yang diinginkan."

Mike Dooey: "Cara adalah urusan semesta. Semesta selalu tahu cara tersingkat, tercepat dan terharmonis di antara Anda dan impian Anda." DR. Joe Vitale: "Bila Anda menyerahkan kepada semesta, Anda akan terkejut dan dibingungkan dengan apa yang dikirim kepada Anda. Di sinilah keajaiban terjadi."

Dikutip dari: Buku The Secret - Rhonda Byrne

Love,
blueSaphier

read in english

back to blueSaphier’s blog


Imagination

Einstein:
"Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan."
Disraeli:
"Imajinasi menguasai dunia."

KIra-kira 70% proses belajar kita terjadi dalam 6 tahun pertama hidup kita. Pada masa itulah kemampuan kita menyerap hal-hal baru berada pada puncaknya. Itu adalah juga saat daya imajinasi kita tumbuh dengan suburnya.
Hal yang disebutkan terakhir mendahului yang sebelumnya. Kita membutuhkan imajinasi agar kita bisa belajar dengan cepat dan mudah. Karena itu, kita perlu tetap menjaga imajinasi kreatif, dan sebenarnya menstimulasi dan mengembangkannya, di masa dewasa kita.

Terkadang ada orang tua yang berkata, "Saya khawatir tentang si kecil Josh, imajinasinya begitu luar biasa!" orang tua lainnya tampak percaya bahwa nilai imajinasi anak-anak adalah untuk menghibur orang dewasa.
Kebenaran yang sederhana adalah imajinasi merupakan kunci bagi semua proses belajar dan pemecahan masalah. Itulah sebabnya para "Edison" dan "Einstein" di dunia ini mempunyai imajinasi yang sangat istimewa. Misalnya, Einstein sampai pada kesimpulannya tentang ruang dan waktu setelah secara imajinatif melontarkan dirinya ke antara planet-planet di mana ia berkeliling dengan menunggangi sinar rembulan. Kemampuannya untuk menjadi seperti anak kecil membantunya menjadi raksasa diantara kaum intelektual.

Imajinasi yang kuat juga penting bagi daya ingat yang kuat. Inilah salah satu alasan mengapa orang yang telah berusia lanjut sering mengeluh ingatannya buruk. Mereka membiarkan imajinasi mereka memburuk sedemikian rupa sehingga pikiran mereka tidak lagi menciptakan gambaran-gambaran yang akan "melekat" dalam benak mereka.

Setiap kali kita merekam ingatan dalam tempat penyimpanan ingatan kita, kita menggunakan imajinasi dan daya visualisasi untuk menciptakan suatu gambar. Keefektifan kita dalam menciptakan gambar itu menetukan mudah tidaknya kita mengingat kembali informasi itu.
Selain itu, imajinasi yang kuat diperlukan dalam membuat tubuh dan fikiran Anda santai. Misalnya, jika Anda bisa secara total membayangkan suatu pemandangan alam, misalnya pantai, Anda akan mempunyai kemampuan untuk santai sesuai dengan kehendak Anda. Betapa berharganya imajinasi Anda! Sebaliknya, seseorang yang tidak mengembangkan imajinasinya akan lebih sulit bersantai.
Latihlah imajinasi Anda seperti Anda melatih tubuh Anda. Semakin Anda kembangkan, semakin mudah imajinasi Anda memecahkan masalah dan mengingat fakta-fakta.
Dikutip dari: buku Being Happy -Andrew Matthews

Love,
blueSaphier

read in english

back to blueSaphier’s blog


Kampung Girl by Uncle JC :p

Sumpah, kocak banget...! I can't stop laughing, so funny & creative parody music... Hwakakakak... Uncle JC is bule gilllaaaa.....