Tuesday, November 22, 2011

[1] Europe, Africa & Middle East Trip 26 Sept 2011 sd 15 Jan 2012

Solo Traveling

Europe, Africa & Middle East Trip 26 Sept 2011 sd 15 Jan 2012

Part of :

[1] PENDAHULUAN ^___^



Barcelona Spain, 23 Nov 2011

Setelah 2 bulan traveling di Eropa, Barcelona Spanyol adalah destinasi terakhir di Eropa yang akan saya singgahi. Sebelumnya saya sudah parkir di beberapa negara, inilah rencana agenda / general itinerary perjalanan saya :

1

1. 26/9 sd. 01/10 à Paris - France (done)

2. 01/10 sd. 05/10 àLuzern - switzerland (done)

3. 05/10 sd. 09/10 à Leipzig, Nurnberg, Beilingris - Germany (done)

4. 09/10 sd. 17/10 à Den Haag, Volendam, Delft - Netherland / Holland (done)

5. 17/10 sd. 23/10 à Prague - Czech Republic (done)

6. 23/10 sd. 26/10 à Vienna, Leoben – Austria (done)

7. 26/10 sd. 29/10 à Venezia – Italia (done)

8. 30/10 sd. 02/11 à Prague – Czech Republic à Come back to Prague coz of my CS friend has a birthday in Prague.. love to meet them (CS friends) again & again ^___^

9. 03/11 sd. 09/11 à Rome & Vatican – Italia

10. 09/11 sd. 17/11 à Seixal, Lisbon, Ourem, Fatima, Tomar - Portugal (done)

11. 17/11 sd. 26/11 à Barcelona – Spain (on going)

12. 26/11 sd. 10/12 à Marakech, Cassablanca – Marocco

13. 10/12 sd. 24/12 à (maybe) Shiraz – Iran

14. 24/12 sd. 15/01 à Istanbul, Izmir, Antalya – Turkey

Perjalanan ini adalah perjalanan tes mental dan silaturahmi dengan teman-teman dari komunitas couchsurfing atau biasa disingkat dg CS saja. Setelah mengalami banyak hal yang menyenangkan dengan komunitas ini dibeberapa negara yg pernah saya singgahi antara lain : Singapore, Malaysia, Thailand, Cambodia, Vietnam, Hongkong, Macau, China, India dan Saudi Arabia... (yang terakhir ini tidak termasuk kunjungan silaturahmi dengan komunitas CS, ini adalah perjalanan spiritual untuk umroh hehe...) saya menjadi addicted untuk traveling. Maka dengan yakin dan percaya diri saya memutuskan untuk solo traveling ke Eropa, meskipun belum pernah menginjak Eropa sama sekali.


Mengapa solo traveling...?

Ini adalah perjalanan silaturahmi, artinya saya akan menumpang menginap di rumah member CS selama perjalanan saya dan selama itu memungkinkan, artinya saya akan dapat free accomodation selama perjalanan saya. Maka kalau saya datang bersama rombongan tanjidor, akan sulit untuk mendapatkan host... artinya lagi.. saya harus keluar budget extra untuk akomodasi di eropa yg harganya lumayan aduhai...

So... better solo traveling... ^___^

Saya punya pengalaman buruk saat traveling dalam group yang membuat saya trauma untuk jalan bersama group, al:


a. Ex travelmate saya lumayan ribet, dg bahasa Inggris yang tidak lebih bagus dari saya berharap bisa traveling murah tapi engga mau bantuin mikir, kerjanya tiap hari complain ini-itu... saat dia memutuskan untuk jalan sendiri (merasa sudah percaya diri) akhirnya dia kirim sms minta tolong di bookingin tiket karena ketinggalan pesawat dan ga tau gimana caranya booking pesawat, so... it’s not easy to manage traveling... jadi... ga ada jagoan di dunia traveling, kalau mau jadi travelmate... jadilah travelmate yang menyenangkan... kalau ga bisa bantu mikir, at least jangan nambah beban fikiran dengan sejuta complain. Kalau mau nyaman.. silahkan ikutan tour agent, dijamin nyaman tinggal di hotel & ga pake mikir... asal lo punya duit buat bayar...! That’s all...!


b. Urusan budget bisa bikin engga nyaman juga dalam perjalanan dalam group, terutama bagi mereka yang cuma mau tau enaknya aja. Misalnya, kalau pas urusan keluar duit, kalkulator backpacker-nya “ON” dengan sukses. Giliran dapet fasilitas gratisan, ketemu host yang baik, segera lupa (saya menyebutnya : amnesia protesia akut), bahwa untuk bisa dapet host perlu hubungan baik, perlu biaya komunikasi, perlu menjaga relationship, dengan tidak memanfaatkan kebaikan host kita semaunya, misalnya: pura-pura bego saat harus bayar makan, jadi host kita yang harus bayar. Tidak menjaga kerapihan tempat tinggal host kita, minta ini-itu yang merepotkan host, tidak menepati janji (kecuali kalau memang kondisinya sulit), merengek minta disponsorin tiket sama host bule supaya bisa berkunjung ke negaranya (yang ini sumpah bikin malu gw setengah mati). Akhirnya untuk menutupi rasa malu dan menjaga hubungan baik, saya harus keluar budget lebih buat si “travelmate ajaib” tersebut. Kadang juga ga tau malu pake acara pinjem duit.... Halllooooo..... azaz manfaat sih bole-bole aje.... tapi.... harga diri & jaim juga perlu kalee..! >_<


c. Menghindari berurusan dengan para BH (baca: Bule Hunter), kebanyakan yang merengek untuk traveling bareng, agenda tersembunyi mereka adalah “hunting bule”. Apakah ada yang salah dengan hunting bule..? No...! Sama sekali tidak salah...! Tapi caranya cuuuy... jangan bikin malu... Saat traveling, sudahlah... tinggalkan segala roll, hairdryer, high heals, mascara setebal salju di gunung alpen yg menutupi mata natural indahmu, perona pipi serta eye shadow yg membuatmu seperti habis di tonjok preman tanah abang, wig yg membuat rambutmu seperti antena bisa panjang & pendek dalam waktu singkat.... hallloooo... dikau mau traveling ala backpacker/flashpacker ato mau kondangan...?

Kalau tiba-tiba di tengah jalan ada persoalan dengan host yang rada “ajaib” ga akan ribet meminta maaf kepada travelmate dan menyaksikan muka jutek-nya yang mungkin akan di tekuk-tekuk dan bimoli (bibir monyong lima senti) nya yang bisa buat nyantolin backpack gw ^__^

Kalau tiba-tiba ditengah jalan pengen merubah agenda, ga akan ribet debat soal perubahan tersebut. Apalagi kalo travelmate-nya ga berani jalan sendiri, maunya ngintilin tapi juga ga mau ikut agenda kita... males banget kan....? kok jadi gw yg rempong ngikutin maunye die.. pertanyaannya adalah “Emang die bayar gw sebagai guide gitu...?”

Kalau solo traveling, kemungkinan untuk dapet host sangat mudah, karena kita engga perlu explain tentang travelmate kita, apalagi kalau travelmate kita belum punya profil di CS yang bisa dilihat oleh calon host potensial kita. Kebanyakan host (terutama di Eropa) tidak menerima kunjungan dari mereka yg tidak register di CS dan tidak punya reference dari member CS lainnya.

Bagi host kita, sekali-sekali mentraktir tamunya adalah biasa, terutama untuk satu orang adalah hal yang lumrah bahkan nyaman untuk membina relationship, misalnya : traktir jemputan (kalo dia cuma punya motor...? kan cuma bisa untuk 1 org doang, traktir makan, traktir nonton, dll. Nah.. kalo jalan bareng group..? dijamin pengeluaran extra akan lebih banyak... siapa juga yg mau nraktir rombongan tanjidor..? bangkrut iye....!!! >___< So... kalo gw jalan bareng group bisa dipastikan extra cost utk transportasi & makan tambah panjang daftarnya.. alias susah ngirit....!!!

Itu adalah salah banyak diantara banyak alasan lain mengapa saya lebih suka solo tarveling dibanding traveling bersama group.


[2] Menjelang Keberangkatan ke Eropa Sept 2011


back to blueSaphier

Link Terkait:

Solo Traveling

Europe, Africa & Middle East Trip 26 Sept 2011 sd 15 Jan 2012

Part of :

[1] PENDAHULUAN ^___^

[2] Menjelang Keberangkatan ke Eropa Sept 2011

[3] Kota Paris, Negara Perancis 26 Sept 2011 sd. 1 Oct 2011

Jadikan Waspada Saat Traveling Menjadi Kebiasaan.


copas dari link : http://www.facebook.com/groups/128092889677/doc/10150392789614678/

By Artesia Irawan Sangadji in Backpacker Dunia

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari bekal pengalaman tas saya pernah 'raib' waktu pertama kali traveling sendirian di Sevilla, Spanyol taun 1999. Sejak saat itu saya selalu hati hati sama barang bawaan saya. Saya mengakui waktu itu emang teledor keasyikan chatting di MSN ( dulu belon ada skype/facebook haha )


Ini tips dari saya


Uang

Kalau lagi berpindah tempat/kota, saya selalu traveling dengan money belt, ada yang dikalungin ada juga yang dipinggul./depan perut. Uang, passport ada disitu. Tujuan dari money belt itu kalau tas dirampok/ketinggalan/hilang, barang yang penting tetep ada di saya. Kalaupun ada rampok atau ada yang nodong, biasanya mereka cuma ada waktu beberapa detik untuk merampas semua barang kita. Tapi kalau udah apes si rampok 'ada waktu' buat ngerampok ya mungkin si money belt juga bisa raib haha, tapi dibikin agak susah lah.

Ada money belt sekarang yang ditaro di paha atau di betis jadi lingkarnya lebih kecil itu lebih aman lagi. Tapi saya gak tau belinya dimana, udah nyari kemaren ( ada yang tau?)


Selalu menyiapkan uang sekedarnya di tas/kantong saku untuk perjalanan, jadi jangan ambil uang dari moneybelt depan umum yang udah kita umpetin. Saya traveling selama ini gak pernah bawa dompet, karena saya hanya perlu credit card/ATM jadi itu semua masuk di moneybelt. Paling saya beli dompet kecil buat koin atau beberapa lembar uang. Gak perlu bawa bawa dompet dengan segala kartu diskon Metro, diskon SOGO, kartu member ini itu atau SIM ( kecuali berencana untuk nyetir ), itu semua tinggal aja dirumah.

Paling enak memang kalau punya celana bersaku yang ada kancingnya, taro uang disitu cukup buat makan/sightseeing/transport. Daripada buka tutup tas ambil dompet, lebih mengundang copet.


Tergantung dari hostelnya, biasanya saya selalu menaruh uang/passport/barang berharga di safety deposit hotel. Karena kalo ditinggal di kamer mereka suka tidak tanggung jawab kalau hilang. Atau kalau di hostel ada locker, bawa gembok sendiri. Atau di kamar hostel ada yang bisa didobel gembok sendiri ( bawa spare 2 padlock )

Kalau travelingnya lama, biasanya saya ambil uang setiap 2 minggu sekali dari ATM. Biar gak bawa bawa uang kesana kemari.


Kamera

Khusus untuk para pelancong dengan kamera gede, emang ini agak agak susah diumpetin ya? hehe Tapi biasanya saya lebih seneng bawa daypack/tas ransel kecil untuk masukin kamera. Jadi kalau misalnya udah selesai photo2x daripada itu kamera bag dipamer pamer, lebih baik masuk kandang alias masuk ke daypack.. lebih aman. Saya jarang sekali bawa camera bag diselempangin, karena orang tau kalau itu tas kamera, gampang di snatch. Jadi biasanya kamera selalu saya kalungin kalau emang banyak banget yang musti di photo, tapi setelah itu kalau photo photo udah selese, saya masukin tas lagi.

Kalau lagi trekking di gunung sih biasanya lebih aman dengan kamera besar ini. Gak perlu khawatir.


Memory card/Photos

Nah, kita sering kan denger cerita kamera hilang/dirampok. Saya biasanya kalau lagi pindah tempat antar kota dan kamera untuk sementara tidak dipake. Saya selalu keluarin memory card dari kamera ( saya punya tempat khusus buat memory card ) saya tempatkan terpisah, taro di saku celana saya sebelah kiri. Jadi kalau tas saya hilang dengan kameranya didalem, at least memory card saya gak ilang dengan semua photo photonya. Kemaren ini ada orang Belanda dan orang Perancis kameranya hilang, ribuan photo juga lenyap :-( jangan lupa back up. Beli USB stick, pindahin photo photo disitu buat back up. Kalau traveling lama, bisa upload photo online atau kirim USB stick/CD kerumah.

Di Bis


Selama di Amerika Selatan kemarin ini, saya selalu menggunakan bis. Di Peru sendiri 100 jam, jadi 'peraturan' naek bis udah lumayan dapet banyak masukan juga dari orang. Ini tips khusus di Amerika Selatan, tapi juga di tempat lain.


1. Jangan menaruh tas dibawah, diantara kaki karena ada beberapa kejadian tas mereka disilet dari belakang. Kecuali kalau bis yang agak mahal ada footrestnya, gak mungkin orang nyilet dari belakang, karena gak ada access dari belakang.

2. Keep your bag on your lap, dipangkuan. Terus kebiasaan kalau tas yang ada restletingnya/depannya diputer mengadap badan kamu, jadi dibikin agak susah buat orang buat nyopet.

3. Ini di SA ya, khususnya di Ecuador. Disarankan jangan menaruh barang di tempat bagasi diatas, kecuali barang yang gak penting.


Daypack

Kita sering jalan jalan dengan ransel kita dibelakang, itu juga harus waspada sekeliling kita kadang kadang liat belakang. Atau tas ransel taruh didepan kalau sedang berada ditempat yang agak rame. Pengalaman saya waktu itu di London, waktu lagi di escalator turun ke underground ada orang kerasa deket banget di belakang, karena mungkin agak rame dan di escalator kan jaraknya agak deket. Tapi perasaan saya gak enak, saya muter kebelakang terus orang dibelakang kayak salting gitu. Setelah lewat dari excalator, tas ransel saya udah setengah kebuka, tapi untung gak ada yang hilang. Jadi sekarang kebiasaan suka miring berdiri di escalator hahaha.. atau tas ditaro didepan.Tapi kalau saya lagi jalan ditempat yang aman, saya biasanya nyantai sih.

Backpack saya biasanya punya tas kantong sendiri, karena tas saya gak bisa dikunci kalau lagi check in bagasi di pesawat saya ada tas cover sendiri yang bisa digembok. Selain lebih aman itu juga menjaga backpack kita agar tahan lama. Karena banyak backpack yang talinya nyangkut2x atau robek... sayang.


Barang Lain

Selalu membuat fotokopi tiket, passport, dan asuransi perjalanan. Jangan ditaruh ditempat yang sama dengan yang asli. Supaya kita punya berkas ditempat lain, kalau ada yang hilang sebagai back up.

Kedengerannya saya kayak paranoid ya? Tapi ini semua kebiasaan saya selama ini, jadi bukan satu big effort lagi. Little things yang sekarang jadi kebiasaan. Tapi tetep gak paranoid hanya waspada saja. Karena saya gak mau acara traveling terganggu gara2x paranoid :-)

Alhamdulilah sampai saat ini saya traveling gak pernah ada yang hilang lagi. Amerika Selatan yang katanya 'berbahaya' saya tidak pernah merasa 'tidak aman' disana sama sekali. Pada saat di Kolombia saya merasa ada 'dirumah' karena orang orangnya yang sangat ramah.

Kemaren 7 bulan di South America, 1 bulan India, 1 buland Turki saya bawa kamera SLR, point and shoot camera SONY, notebook, mobile phone. Alhamdulillah balik semua itu barang aman sampai rumah :-)


Jujur saja, saya lebih takut jalan jalan di Jakarta dibanding negara lain, takut dihipnotis. Kemaren kena hipnotis di PIM :-P laptop sepupu saya lenyap didepan mata, hanya dalam itungan detik.


Untuk sekalian menjawab pertanya Syl, Peru and Chile it's a safe, fun place to travel!! Tergantung kitanya bawa diri ya... dimana pun :-) Happy travel..


Ohya kali aja ada yang bisa nambahin kebiasaan kebiasaan yang bisa dishare selama traveling?


back to blueSaphier

Saturday, November 05, 2011

Paket Traveling_FLASHPACKING KE EROPA 2 minggu




FLASHPACKING KE EROPA 2 minggu


PERJALANAN

Total Perjalanan: 14 Hari
Biaya:Rp. 18.999.000
Pendaftaran di buka mulai januari 2012
siapkan dokumen anda, tabungan anda, dan uang anda.

Rute:
4 (empat) negara Zona Utama dan 3 (tiga) negara Zona Pilihan, Total 7 Negara, kurang lebih 8-12 Kota.

Zona Utama
Mengunjungi 4 (empat) negara. Setiap Satu Negara kurang lebih 2-3 hari. Dengan perkiraan petualangan ke-4 (empat) negara kurang lebih 10-11 hari termasuk waktu dalam perjalanan.

Setiap sudut kota di Perancis, kita akan menemukan bangunan, gereja tua yang megah dan monumen yang masih berdiri gagah.

Spanyol merupakan negara dengan ragam budaya, bahkan dikenal sebagai memikat oleh karena keindahan dan warisan Islam yang kaya. Sepak bola erat dengan menciptakan spanyol sebagai tempat terbaik untuk melihat-lihat bar bertema sporty sambil ngemil. Dengan gaya musik Flamenco, gerakkan tubuh Anda bebaskan pikiran ketika mengekspresikan diri di lantai dansa

Masing-masing kota di Jerman memiliki karakter yang unik oleh karena sejarahnya. Anda akan melihat gaya arsitektur yang berbeda dan harta karun seninya yang terpendam mengiringi gaya hidup yang sangat khas. Tradisi dan mentalitas orang Jerman tercermin jelas pada seni, kehidupan malam, toko-toko, pub dan restoran, cara mereka hidup dan bekerja.

Anda akan dapat mengatakan bahwa Anda telah berkunjung ke salah satu bagian terbesar sejarah di dunia ketika anda pernah mengunjungi Italia untuk melihat kota-kota indah yang tak terhitung umlahnya masing-masing memiliki sejarah, arsitektur dan karya seni.

Zona Pilihan

Peserta hanya bisa memilih satu zona tematik yang berisi 3 (tiga) negara. Kesediaan setiap Zona disesuaikan dengan jadwal yang ditawarkan. Perkiraan petualangan per Zona Pilihan kurang lebih 2-3 hari termasuk waktu dalam perjalanan.

Zona Hangat
Berapa banyak orang yang anda dengar pernah berkunjung ke Andorra? Mungkin belum pernah Seni dan Budaya Catalan Romanic adalah alasan yang untuk mampir ke negara yang berada di Pyrenees.

Tidak ada yang bisa menghentikan banjirnya wisatawan di pantai mempesona dengan megah dengan udara sejuk, air biru, pasir putih dan emas dan matahari yang selalu hadir di Portugal.

Monaco di kenal sebagai negara dengan wisata bernuansa kerajaan. Sebagai sebuah negara dengan warna dan latar belakag penduduk dari seluruh dunia, masing-masing membawa campuran budaya mereka sendiri. Membuat Monako komunitas yang sangat kosmopolitan namun penuh warna.

Zona Galeri
Hungaria memiliki Budapest yang dinobatkan sebagai salah satu kota terindah di dunia, Setiap rangkaian jembatan yang memisahkan dua kota membuat anda tak ingin memisahkan diri dari sajian atraksi dan pasar kecil sepanjang jalan sambil mencium aroma Goulash yang tentunya mengundang selera makan.

Republik Ceko akan mengajar kita bagaimana menikmati jalan-jalan menawan dari bebatuan yang berkelok-kelok. Labirin yang diterangi oleh lampu-lampu gas yang menerangi malam, turut menemani kita menatap monumen abad pertengahan yang luar biasa.

Kekayaan Slovakia bisa dinikmati dengan menyaksikan seniman dan pengrajin mereka pada workshop, galeri dan koleksi pribadi. Jelajahi rumah museum terkenal di eropa disambut oleh pemandangan adat istiadat setempat sambil bersulang dengan anggur khas
Slovakia.

Zona Permai
Tak banyak yang tahu, selain pegunungan alpen, barisan Istana sebenarnya salah satu atraksi wisata utama di Swiss. Jajaran bangunan kono yang dimiliki Swiss merupakan adalah monumen warisan yang diawetkan sebagai budaya negara. Bonusnya adalah pemandangan yang indah kebun-kebun anggur bergulir di sepanjang pedesaan yang mendominasi negara ini.

Austria dikenal sebagai salah satu pusat wisata bersejarah tertua. Negara pencinta lingkungan. Memiliki danau dan sungai yang sangat bersih hingga airnya pun bisa diminum langsung sehingga menjadi surga bagi para pentualang alam.

Liechtenstein menawarkan pemandangan yang indah dengan rumah penduduk bergerumbul di lembah sungai Rhine kaki Pegunungan Alpen. Anda bisa menyaksikan sungai sempit yang mengiringi perkebunan jagung, kentang, barley, gandum, sayuran, dan anggur membentuk dataran rendah nan subur.

Zona Aroma
Belanda ditasbihkan sebagai salah satu permata Eropa. Bukan hanya karena Pemandangan kincir angin yang terkenal selalu membawa keceriaan dari satu kota ke kota lainnya dan kanal-kanal air mereka yang menakjubkan namun juga prostitusi dan psikotropika yang secara teknis masih dilegalkan di negara ini. Anda bisa menikmati kesemuanya dengan sepeda atau perahu yang sama nyamannya dengan berjalan kaki.

Belgia adalah negara yang dapat mengemas kota-kota abad pertengahan, bir, kentang goreng dan kerang menjadi satu dan dikeliling dengan pelbagai macam tematik taman kota. Disinilah tempat anda menikmati aroma kue panggang sepanjang jalan.

Luksemburg merupakan salah satu kerajaan yang cukup unik. Kegiatan yang menarik di lakukan adalah mengekplorasi terowongan dibalik di dinding tebing berbatu yang menjadi jalan raya utama negara ini. Atau duduk di sebuah kafe outdoor di alun-alun sambil menerawangi indahnya bangunan tua sepanjang mata memandang.

FASILITAS

Termasuk:
- Biaya pengurusan Visa dan asuransi perjalanan
- Tiket Pesawat Pulang dan Pergi Jakarta-Eropa-Jakarta.
- Transportasi antar negara (mobil, bus, kreta api dan pesawat)
- Makan sehari 2 (dua) kali. Makan pagi setiap hari dan satu pilihan (makan siang atau makan malam saja disesuaikan dengan kondisi)
- Akomodasi (penginapan)
- Tiket masuk beberapa objek wisata selama di eropa
( tergantung spot wisata di tiap-tiap negara)

Tidak termasuk:
- airport tax international ( selama di eropa jika menggunakan pesawat)
- airport tax soekarno hatta
- biaya bagasi dan bea masuk barang (jika anda membawa oleh2)
- pengeluaran pribadi selama perjalanan
- tour Guide ala turis

KETENTUAN

Perjalanan ini adalah flashpacking, campuran turis dan backpacker.
Flash/Tourist maksudnya kami memberikan jasa pengaturan keperluan dasar berpesiar untuk mempermudah perjalanan anda, seperti jasa yang biasa ditawarkan kepada turis.
Backpacker: Namun anda kami bebaskan berpesiar di tempat-tempat yang kami antarkan untuk mengekplorasi kehidupan orang lokal setempat layaknya jiwa backpacker dan melakukan pelbagai macam kegiatan di lokasi setempat secara mandiri.
FlashPacker: Anda dibebaskan memperpanjang waktu pesiar anda sesuai visa yang diberikan oleh kedutaan. Trip ini ditawarkan dengan budget yang cukup masuk diakal dengan komposisi layanan dan kemandirian yang seimbang.

Pembayaran
Term 1
Januari – Maret
10% Pembayaran
Pengurusan Visa
Pengumpulan dokumen bulan Januari untuk yang berencana berangkat pada antara bulan Maret hingga April.
Pengumpulan dokumen bulan Febuari untuk yang berencana berangkat antara bulan April hingga May
Pengumpulan dokumen bulan Maret untuk yang berangkat bulan antara May hingga Juni.

Mengikuti kebijakan setiap kedutaan, jika visa anda ditolak, maka biaya proses Visa tidak dapat dikembalikan oleh kedutaan. Jika visa anda ditolak, maka biaya tambahan pengurusan visa yang dikeluarkan tidak bisa dikembalikan, kami hanya mengembalikan uang asuransi sekitar Rp.500-700 ribu rupiah. Jika anda lolos term 1 maka anda berhak mengikuti term 2, jika tidak posisi anda akan di gantikan untuk orang lain.

Term ke 2
Febuari – April
40% Pembayaran
HANYA bagi yang lolos terminasi 1. Pada tahap inilah peserta yang lolos Visa bisa memilih jadwal dan rute yang ditawarkan. Dilakukan penyesuaian tgl berangkat dan pemilihan zona dan kota-kota yang di kehendaki berdasarkan Zona.
Mohon maaf, kami tidak melayani permintaan informasi itinerary (jadwal dan rute perjalanan) lengkap bagi peserta yang belum lolos term pembayaran 2.

Term 3
50% pembayaran
Maret – Mei
Berangkat!

PERSYARATAN PESERTA

- Warga negara Indonesia yang telah/masih bekerja, wiraswasta, mahasiswa atau berkeluarga.
- Memiliki Paspor berlaku 9 bulan sebelum tiba di negara yang dituju.
- Memiliki bukti tabungan dengan rata-rata 20 jt selama 3 bulan sebelum melamar visa.
- Memiliki minimal satu visa atau cap imigrasi dari negara lain didalam passportnya.
- Tidak menerima peserta yang berpasangan/suami-istri/dengan anak-anak.
- Tidak memiliki penyakit berbahaya/menular.

JADWAL PERJALANAN

Kami akan membagi peserta menjadi 4 kloter atau kelompok terbang, dengan masing-masing setiap kelompok terbangnya berjumlah 10-12 orang saja.

kelompok terbang Pertama :
- minggu pertama di bulan maret 2012
kelompok terbang Kedua :
- minggu ke empat di bulan maret 2012
kelompok terbang ke Tiga :
- minggu minggu ke tiga di bulan april 2012
kelompok terbang ke empat :
- minggu kedua di bulan mei 2012

PENTING:
- harga sewaktu-waktu bisa berubah tergantung kurs dan kondisi ekonomi di eropa, kami akan beritahukan terlebih dahulu kepada anda.
- kami berhak membatasi peserta, merubah jadwal keberangkatan dengan terlebih dahulu menginformasikan kepada anda, menset ulang rute-rute negara yang ada jika terjadi hal-hal diluar dugaan kami.

Kami tunggu partisipasi anda
rasakan perbedaannya....

Friday, October 07, 2011

Nich Einsteigen

Nich Einsteigen

Silly Story in my Journey. Germany, 7 Oct 2011

Leipzig Germany

Ika : Jadi tiket lo di kelas 2 dari Leipzig Hofbanhhof turun di Nurnberg yah...
Risa : Okeh, berapa stasiun tuh...? Gw ganti kereta berapa kali..? Pengalaman kemaren dari Paris ke Luzern Swiss gue rempong tuh cari platformnya, Cuma 7 menit pake acara naik turun tangga... taubatan nasuha deh >__<
Ika : (dengan nada sabar) Lo liatin aja di deket pintu kereta kan ada screen board, pelototin aja tuh, kalo kaluar tulisan Nurnberg lo turun... ntar gw anter sampe lo bener-2 duduk di tempat yg sesuai deh.. jangan nyasar masuk ke ke kelas 1 ye... hehe
Risa : Okeh.... (merasa tenang, enaknya kalo ada host saat jalan-2 di luar negri ya begini ini, ada yg mikirin, ada yg jagain, ada yg rela diribetin, jadi ga usah terlalu capek mikir hehe...)

Di dalam kereta perjalanan dari Leipzig ke Nurnberg Germany

Wiih itu ada sekelompok anak muda, pasti bisa bahasa Inggris, okeh, better gue duduk deket mereka supaya bisa tanya-2.

Risa : mas, maaf, mau tanya... saya mau turun di Nurnberg, kira-kira berapa stasiun ya...?
Gerombolan anak muda : (nyengir) Nicht, leider kann ich nich Englisch...!!! (sambil menggelengkan kepala...
Risa : (dalam hati) mampus gue, die ngomong apaan sih... @#&!*)&^%$ okeh, pasti die ga tau...

Selanjutnya... terpaksa duduk dengan gelisah sambil terus ngeliatin screen board di pintu sepanjang waktu.... satu-satu penumpang mulai turun, perasaan panik mulai mampir... ga ada orang di gerbong untuk ditanya.... ”Waduh, mana nih travel angel gue.... kok lagi ribet gini ga nongol...?!”

Tiba-2 masuk ibu-ibu renta, iseng nanya ke dia... hasilanya.... tambah ruwet... karena makin panjang di ngomong bahasa yg ga gue ngerti.... aaarghhh... &^#@^*)*^%+
Setengah putus asa akhirnya nekat pindah gerbong dan ada seorang bapak tua lagi asik duduk sendirian, ”oke, coba sekali lahi, siapa tau ada pencerahan” dalam hati berbisik penuh harap.

Risa : Maaf pak, saya mau turun di Nurnberg, (sambil nyodorin tiket) Anda berbahasa Inggris...?

Si Bapak : Ya, saya bisa berbahasa Inggris, saya juga turun di Nurnberg, nanti ikutin saya ajah.....!

Jiaaaahhhhh... akhirnya... travel angel gw masih ada.... lalu duduk dg nyaman sentosa sambil sekali-2 neglirik si Bapak. Kalo die bergerak, gw bergerak (kirain mau bangun, ternyata cuma pindah posisi duduk.. halah.... dan itu terjadi berkali-kali... ^__^)

Akhirnya si Bapak benar-benar bangun dan bilang, ”Ayo, kita turun di sini!” Den gan sigap langsung menyambar tas dan mengikuti si Bapak, tapi... jreeengggg... kenapa di pintu kereta ga ada tulisan Nurnberg...?

Karena penasaran dan ragu-ragu, akhirnya memberanikan diri untuk nanya ke si Bapak, ”Yakin pak, kita turun di sini..?

”Iya, ini Nurnberg....!” si Bapak udah lompat duluan...! Okeh harus ambil keputusan, ikut dia atau tetap tinggal di kereta, akhirnya sedetik setelah mencatat tulisan dipintu kereta, langsung ikutan si Bapak melompat keluar dari kereta. „”Ya sutralah, kalo salah stasiun, balik lagi ajah....!”

Bener deh bo... setelah turun dari kereta, Andrini temen dari Jakarta yg tinggal di Jerman yang mau jemput ga ada di stasiun, sialnya lagi Andrini bolak-balik sms dan nelpon sejak 10 menit yang lalu (kereta di eropa rata-2 ontime yah... catet...!). Gw dah bales 2 kali sms, ga bisa angkat telpon karena pulsa terbatas.... ribet.... !

Akhirnya setelah sekitar 20 menit saling cari... bertemulah kami di lobby stasiun.... dengan nada masih terengah-engah, gw complain sama Andrini.

”Hey jeng.... katanya gw harus turun di Nurnberg, kok nama stasiunnya beda...?”

Andrini dengan muka bingung menjawab, ”Maksudnya beda?”

Risa : Iya, gue tadi liat di pintu kereta tulisannya bukan Nurnberg..!

Andrini : Emang tulisannya apa...?

Risa : menyodorkan catatan yg tertulis di pintu kereta, ”Ini”

Andrini : (tertawa terbahak-bahak) ” Nich Einsteigen, itu artinya don’t enter ato jangan masuk, jeng Risaaaa.....

Risa : &$@!*(_&^$^

Leipzig Germany, setelah kembali dari Nurnberg, Ika dengan bahagia menceritakan kembali pengalaman aduhai ini kepada rekan-rekannya yg kompak pada ngakak.

Ika : Waaahhhh... lo parah lo jeng.... makanya kalo mau traveling, belajarlah sekata dua kata bahasa lokal.... wakakakak... (Ika ketawa ga berenti-berenti...)

Nasiiippp... nasippppp.... ^___^

Note : Ika adalah host gw di leipzig Germany ^__^

back to bluesaphier

Kampung Girl by Uncle JC :p

Sumpah, kocak banget...! I can't stop laughing, so funny & creative parody music... Hwakakakak... Uncle JC is bule gilllaaaa.....