Tuesday, November 22, 2011

Jadikan Waspada Saat Traveling Menjadi Kebiasaan.


copas dari link : http://www.facebook.com/groups/128092889677/doc/10150392789614678/

By Artesia Irawan Sangadji in Backpacker Dunia

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari bekal pengalaman tas saya pernah 'raib' waktu pertama kali traveling sendirian di Sevilla, Spanyol taun 1999. Sejak saat itu saya selalu hati hati sama barang bawaan saya. Saya mengakui waktu itu emang teledor keasyikan chatting di MSN ( dulu belon ada skype/facebook haha )


Ini tips dari saya


Uang

Kalau lagi berpindah tempat/kota, saya selalu traveling dengan money belt, ada yang dikalungin ada juga yang dipinggul./depan perut. Uang, passport ada disitu. Tujuan dari money belt itu kalau tas dirampok/ketinggalan/hilang, barang yang penting tetep ada di saya. Kalaupun ada rampok atau ada yang nodong, biasanya mereka cuma ada waktu beberapa detik untuk merampas semua barang kita. Tapi kalau udah apes si rampok 'ada waktu' buat ngerampok ya mungkin si money belt juga bisa raib haha, tapi dibikin agak susah lah.

Ada money belt sekarang yang ditaro di paha atau di betis jadi lingkarnya lebih kecil itu lebih aman lagi. Tapi saya gak tau belinya dimana, udah nyari kemaren ( ada yang tau?)


Selalu menyiapkan uang sekedarnya di tas/kantong saku untuk perjalanan, jadi jangan ambil uang dari moneybelt depan umum yang udah kita umpetin. Saya traveling selama ini gak pernah bawa dompet, karena saya hanya perlu credit card/ATM jadi itu semua masuk di moneybelt. Paling saya beli dompet kecil buat koin atau beberapa lembar uang. Gak perlu bawa bawa dompet dengan segala kartu diskon Metro, diskon SOGO, kartu member ini itu atau SIM ( kecuali berencana untuk nyetir ), itu semua tinggal aja dirumah.

Paling enak memang kalau punya celana bersaku yang ada kancingnya, taro uang disitu cukup buat makan/sightseeing/transport. Daripada buka tutup tas ambil dompet, lebih mengundang copet.


Tergantung dari hostelnya, biasanya saya selalu menaruh uang/passport/barang berharga di safety deposit hotel. Karena kalo ditinggal di kamer mereka suka tidak tanggung jawab kalau hilang. Atau kalau di hostel ada locker, bawa gembok sendiri. Atau di kamar hostel ada yang bisa didobel gembok sendiri ( bawa spare 2 padlock )

Kalau travelingnya lama, biasanya saya ambil uang setiap 2 minggu sekali dari ATM. Biar gak bawa bawa uang kesana kemari.


Kamera

Khusus untuk para pelancong dengan kamera gede, emang ini agak agak susah diumpetin ya? hehe Tapi biasanya saya lebih seneng bawa daypack/tas ransel kecil untuk masukin kamera. Jadi kalau misalnya udah selesai photo2x daripada itu kamera bag dipamer pamer, lebih baik masuk kandang alias masuk ke daypack.. lebih aman. Saya jarang sekali bawa camera bag diselempangin, karena orang tau kalau itu tas kamera, gampang di snatch. Jadi biasanya kamera selalu saya kalungin kalau emang banyak banget yang musti di photo, tapi setelah itu kalau photo photo udah selese, saya masukin tas lagi.

Kalau lagi trekking di gunung sih biasanya lebih aman dengan kamera besar ini. Gak perlu khawatir.


Memory card/Photos

Nah, kita sering kan denger cerita kamera hilang/dirampok. Saya biasanya kalau lagi pindah tempat antar kota dan kamera untuk sementara tidak dipake. Saya selalu keluarin memory card dari kamera ( saya punya tempat khusus buat memory card ) saya tempatkan terpisah, taro di saku celana saya sebelah kiri. Jadi kalau tas saya hilang dengan kameranya didalem, at least memory card saya gak ilang dengan semua photo photonya. Kemaren ini ada orang Belanda dan orang Perancis kameranya hilang, ribuan photo juga lenyap :-( jangan lupa back up. Beli USB stick, pindahin photo photo disitu buat back up. Kalau traveling lama, bisa upload photo online atau kirim USB stick/CD kerumah.

Di Bis


Selama di Amerika Selatan kemarin ini, saya selalu menggunakan bis. Di Peru sendiri 100 jam, jadi 'peraturan' naek bis udah lumayan dapet banyak masukan juga dari orang. Ini tips khusus di Amerika Selatan, tapi juga di tempat lain.


1. Jangan menaruh tas dibawah, diantara kaki karena ada beberapa kejadian tas mereka disilet dari belakang. Kecuali kalau bis yang agak mahal ada footrestnya, gak mungkin orang nyilet dari belakang, karena gak ada access dari belakang.

2. Keep your bag on your lap, dipangkuan. Terus kebiasaan kalau tas yang ada restletingnya/depannya diputer mengadap badan kamu, jadi dibikin agak susah buat orang buat nyopet.

3. Ini di SA ya, khususnya di Ecuador. Disarankan jangan menaruh barang di tempat bagasi diatas, kecuali barang yang gak penting.


Daypack

Kita sering jalan jalan dengan ransel kita dibelakang, itu juga harus waspada sekeliling kita kadang kadang liat belakang. Atau tas ransel taruh didepan kalau sedang berada ditempat yang agak rame. Pengalaman saya waktu itu di London, waktu lagi di escalator turun ke underground ada orang kerasa deket banget di belakang, karena mungkin agak rame dan di escalator kan jaraknya agak deket. Tapi perasaan saya gak enak, saya muter kebelakang terus orang dibelakang kayak salting gitu. Setelah lewat dari excalator, tas ransel saya udah setengah kebuka, tapi untung gak ada yang hilang. Jadi sekarang kebiasaan suka miring berdiri di escalator hahaha.. atau tas ditaro didepan.Tapi kalau saya lagi jalan ditempat yang aman, saya biasanya nyantai sih.

Backpack saya biasanya punya tas kantong sendiri, karena tas saya gak bisa dikunci kalau lagi check in bagasi di pesawat saya ada tas cover sendiri yang bisa digembok. Selain lebih aman itu juga menjaga backpack kita agar tahan lama. Karena banyak backpack yang talinya nyangkut2x atau robek... sayang.


Barang Lain

Selalu membuat fotokopi tiket, passport, dan asuransi perjalanan. Jangan ditaruh ditempat yang sama dengan yang asli. Supaya kita punya berkas ditempat lain, kalau ada yang hilang sebagai back up.

Kedengerannya saya kayak paranoid ya? Tapi ini semua kebiasaan saya selama ini, jadi bukan satu big effort lagi. Little things yang sekarang jadi kebiasaan. Tapi tetep gak paranoid hanya waspada saja. Karena saya gak mau acara traveling terganggu gara2x paranoid :-)

Alhamdulilah sampai saat ini saya traveling gak pernah ada yang hilang lagi. Amerika Selatan yang katanya 'berbahaya' saya tidak pernah merasa 'tidak aman' disana sama sekali. Pada saat di Kolombia saya merasa ada 'dirumah' karena orang orangnya yang sangat ramah.

Kemaren 7 bulan di South America, 1 bulan India, 1 buland Turki saya bawa kamera SLR, point and shoot camera SONY, notebook, mobile phone. Alhamdulillah balik semua itu barang aman sampai rumah :-)


Jujur saja, saya lebih takut jalan jalan di Jakarta dibanding negara lain, takut dihipnotis. Kemaren kena hipnotis di PIM :-P laptop sepupu saya lenyap didepan mata, hanya dalam itungan detik.


Untuk sekalian menjawab pertanya Syl, Peru and Chile it's a safe, fun place to travel!! Tergantung kitanya bawa diri ya... dimana pun :-) Happy travel..


Ohya kali aja ada yang bisa nambahin kebiasaan kebiasaan yang bisa dishare selama traveling?


back to blueSaphier

Saturday, November 05, 2011

Paket Traveling_FLASHPACKING KE EROPA 2 minggu




FLASHPACKING KE EROPA 2 minggu


PERJALANAN

Total Perjalanan: 14 Hari
Biaya:Rp. 18.999.000
Pendaftaran di buka mulai januari 2012
siapkan dokumen anda, tabungan anda, dan uang anda.

Rute:
4 (empat) negara Zona Utama dan 3 (tiga) negara Zona Pilihan, Total 7 Negara, kurang lebih 8-12 Kota.

Zona Utama
Mengunjungi 4 (empat) negara. Setiap Satu Negara kurang lebih 2-3 hari. Dengan perkiraan petualangan ke-4 (empat) negara kurang lebih 10-11 hari termasuk waktu dalam perjalanan.

Setiap sudut kota di Perancis, kita akan menemukan bangunan, gereja tua yang megah dan monumen yang masih berdiri gagah.

Spanyol merupakan negara dengan ragam budaya, bahkan dikenal sebagai memikat oleh karena keindahan dan warisan Islam yang kaya. Sepak bola erat dengan menciptakan spanyol sebagai tempat terbaik untuk melihat-lihat bar bertema sporty sambil ngemil. Dengan gaya musik Flamenco, gerakkan tubuh Anda bebaskan pikiran ketika mengekspresikan diri di lantai dansa

Masing-masing kota di Jerman memiliki karakter yang unik oleh karena sejarahnya. Anda akan melihat gaya arsitektur yang berbeda dan harta karun seninya yang terpendam mengiringi gaya hidup yang sangat khas. Tradisi dan mentalitas orang Jerman tercermin jelas pada seni, kehidupan malam, toko-toko, pub dan restoran, cara mereka hidup dan bekerja.

Anda akan dapat mengatakan bahwa Anda telah berkunjung ke salah satu bagian terbesar sejarah di dunia ketika anda pernah mengunjungi Italia untuk melihat kota-kota indah yang tak terhitung umlahnya masing-masing memiliki sejarah, arsitektur dan karya seni.

Zona Pilihan

Peserta hanya bisa memilih satu zona tematik yang berisi 3 (tiga) negara. Kesediaan setiap Zona disesuaikan dengan jadwal yang ditawarkan. Perkiraan petualangan per Zona Pilihan kurang lebih 2-3 hari termasuk waktu dalam perjalanan.

Zona Hangat
Berapa banyak orang yang anda dengar pernah berkunjung ke Andorra? Mungkin belum pernah Seni dan Budaya Catalan Romanic adalah alasan yang untuk mampir ke negara yang berada di Pyrenees.

Tidak ada yang bisa menghentikan banjirnya wisatawan di pantai mempesona dengan megah dengan udara sejuk, air biru, pasir putih dan emas dan matahari yang selalu hadir di Portugal.

Monaco di kenal sebagai negara dengan wisata bernuansa kerajaan. Sebagai sebuah negara dengan warna dan latar belakag penduduk dari seluruh dunia, masing-masing membawa campuran budaya mereka sendiri. Membuat Monako komunitas yang sangat kosmopolitan namun penuh warna.

Zona Galeri
Hungaria memiliki Budapest yang dinobatkan sebagai salah satu kota terindah di dunia, Setiap rangkaian jembatan yang memisahkan dua kota membuat anda tak ingin memisahkan diri dari sajian atraksi dan pasar kecil sepanjang jalan sambil mencium aroma Goulash yang tentunya mengundang selera makan.

Republik Ceko akan mengajar kita bagaimana menikmati jalan-jalan menawan dari bebatuan yang berkelok-kelok. Labirin yang diterangi oleh lampu-lampu gas yang menerangi malam, turut menemani kita menatap monumen abad pertengahan yang luar biasa.

Kekayaan Slovakia bisa dinikmati dengan menyaksikan seniman dan pengrajin mereka pada workshop, galeri dan koleksi pribadi. Jelajahi rumah museum terkenal di eropa disambut oleh pemandangan adat istiadat setempat sambil bersulang dengan anggur khas
Slovakia.

Zona Permai
Tak banyak yang tahu, selain pegunungan alpen, barisan Istana sebenarnya salah satu atraksi wisata utama di Swiss. Jajaran bangunan kono yang dimiliki Swiss merupakan adalah monumen warisan yang diawetkan sebagai budaya negara. Bonusnya adalah pemandangan yang indah kebun-kebun anggur bergulir di sepanjang pedesaan yang mendominasi negara ini.

Austria dikenal sebagai salah satu pusat wisata bersejarah tertua. Negara pencinta lingkungan. Memiliki danau dan sungai yang sangat bersih hingga airnya pun bisa diminum langsung sehingga menjadi surga bagi para pentualang alam.

Liechtenstein menawarkan pemandangan yang indah dengan rumah penduduk bergerumbul di lembah sungai Rhine kaki Pegunungan Alpen. Anda bisa menyaksikan sungai sempit yang mengiringi perkebunan jagung, kentang, barley, gandum, sayuran, dan anggur membentuk dataran rendah nan subur.

Zona Aroma
Belanda ditasbihkan sebagai salah satu permata Eropa. Bukan hanya karena Pemandangan kincir angin yang terkenal selalu membawa keceriaan dari satu kota ke kota lainnya dan kanal-kanal air mereka yang menakjubkan namun juga prostitusi dan psikotropika yang secara teknis masih dilegalkan di negara ini. Anda bisa menikmati kesemuanya dengan sepeda atau perahu yang sama nyamannya dengan berjalan kaki.

Belgia adalah negara yang dapat mengemas kota-kota abad pertengahan, bir, kentang goreng dan kerang menjadi satu dan dikeliling dengan pelbagai macam tematik taman kota. Disinilah tempat anda menikmati aroma kue panggang sepanjang jalan.

Luksemburg merupakan salah satu kerajaan yang cukup unik. Kegiatan yang menarik di lakukan adalah mengekplorasi terowongan dibalik di dinding tebing berbatu yang menjadi jalan raya utama negara ini. Atau duduk di sebuah kafe outdoor di alun-alun sambil menerawangi indahnya bangunan tua sepanjang mata memandang.

FASILITAS

Termasuk:
- Biaya pengurusan Visa dan asuransi perjalanan
- Tiket Pesawat Pulang dan Pergi Jakarta-Eropa-Jakarta.
- Transportasi antar negara (mobil, bus, kreta api dan pesawat)
- Makan sehari 2 (dua) kali. Makan pagi setiap hari dan satu pilihan (makan siang atau makan malam saja disesuaikan dengan kondisi)
- Akomodasi (penginapan)
- Tiket masuk beberapa objek wisata selama di eropa
( tergantung spot wisata di tiap-tiap negara)

Tidak termasuk:
- airport tax international ( selama di eropa jika menggunakan pesawat)
- airport tax soekarno hatta
- biaya bagasi dan bea masuk barang (jika anda membawa oleh2)
- pengeluaran pribadi selama perjalanan
- tour Guide ala turis

KETENTUAN

Perjalanan ini adalah flashpacking, campuran turis dan backpacker.
Flash/Tourist maksudnya kami memberikan jasa pengaturan keperluan dasar berpesiar untuk mempermudah perjalanan anda, seperti jasa yang biasa ditawarkan kepada turis.
Backpacker: Namun anda kami bebaskan berpesiar di tempat-tempat yang kami antarkan untuk mengekplorasi kehidupan orang lokal setempat layaknya jiwa backpacker dan melakukan pelbagai macam kegiatan di lokasi setempat secara mandiri.
FlashPacker: Anda dibebaskan memperpanjang waktu pesiar anda sesuai visa yang diberikan oleh kedutaan. Trip ini ditawarkan dengan budget yang cukup masuk diakal dengan komposisi layanan dan kemandirian yang seimbang.

Pembayaran
Term 1
Januari – Maret
10% Pembayaran
Pengurusan Visa
Pengumpulan dokumen bulan Januari untuk yang berencana berangkat pada antara bulan Maret hingga April.
Pengumpulan dokumen bulan Febuari untuk yang berencana berangkat antara bulan April hingga May
Pengumpulan dokumen bulan Maret untuk yang berangkat bulan antara May hingga Juni.

Mengikuti kebijakan setiap kedutaan, jika visa anda ditolak, maka biaya proses Visa tidak dapat dikembalikan oleh kedutaan. Jika visa anda ditolak, maka biaya tambahan pengurusan visa yang dikeluarkan tidak bisa dikembalikan, kami hanya mengembalikan uang asuransi sekitar Rp.500-700 ribu rupiah. Jika anda lolos term 1 maka anda berhak mengikuti term 2, jika tidak posisi anda akan di gantikan untuk orang lain.

Term ke 2
Febuari – April
40% Pembayaran
HANYA bagi yang lolos terminasi 1. Pada tahap inilah peserta yang lolos Visa bisa memilih jadwal dan rute yang ditawarkan. Dilakukan penyesuaian tgl berangkat dan pemilihan zona dan kota-kota yang di kehendaki berdasarkan Zona.
Mohon maaf, kami tidak melayani permintaan informasi itinerary (jadwal dan rute perjalanan) lengkap bagi peserta yang belum lolos term pembayaran 2.

Term 3
50% pembayaran
Maret – Mei
Berangkat!

PERSYARATAN PESERTA

- Warga negara Indonesia yang telah/masih bekerja, wiraswasta, mahasiswa atau berkeluarga.
- Memiliki Paspor berlaku 9 bulan sebelum tiba di negara yang dituju.
- Memiliki bukti tabungan dengan rata-rata 20 jt selama 3 bulan sebelum melamar visa.
- Memiliki minimal satu visa atau cap imigrasi dari negara lain didalam passportnya.
- Tidak menerima peserta yang berpasangan/suami-istri/dengan anak-anak.
- Tidak memiliki penyakit berbahaya/menular.

JADWAL PERJALANAN

Kami akan membagi peserta menjadi 4 kloter atau kelompok terbang, dengan masing-masing setiap kelompok terbangnya berjumlah 10-12 orang saja.

kelompok terbang Pertama :
- minggu pertama di bulan maret 2012
kelompok terbang Kedua :
- minggu ke empat di bulan maret 2012
kelompok terbang ke Tiga :
- minggu minggu ke tiga di bulan april 2012
kelompok terbang ke empat :
- minggu kedua di bulan mei 2012

PENTING:
- harga sewaktu-waktu bisa berubah tergantung kurs dan kondisi ekonomi di eropa, kami akan beritahukan terlebih dahulu kepada anda.
- kami berhak membatasi peserta, merubah jadwal keberangkatan dengan terlebih dahulu menginformasikan kepada anda, menset ulang rute-rute negara yang ada jika terjadi hal-hal diluar dugaan kami.

Kami tunggu partisipasi anda
rasakan perbedaannya....

Friday, October 07, 2011

Nich Einsteigen

Nich Einsteigen

Silly Story in my Journey. Germany, 7 Oct 2011

Leipzig Germany

Ika : Jadi tiket lo di kelas 2 dari Leipzig Hofbanhhof turun di Nurnberg yah...
Risa : Okeh, berapa stasiun tuh...? Gw ganti kereta berapa kali..? Pengalaman kemaren dari Paris ke Luzern Swiss gue rempong tuh cari platformnya, Cuma 7 menit pake acara naik turun tangga... taubatan nasuha deh >__<
Ika : (dengan nada sabar) Lo liatin aja di deket pintu kereta kan ada screen board, pelototin aja tuh, kalo kaluar tulisan Nurnberg lo turun... ntar gw anter sampe lo bener-2 duduk di tempat yg sesuai deh.. jangan nyasar masuk ke ke kelas 1 ye... hehe
Risa : Okeh.... (merasa tenang, enaknya kalo ada host saat jalan-2 di luar negri ya begini ini, ada yg mikirin, ada yg jagain, ada yg rela diribetin, jadi ga usah terlalu capek mikir hehe...)

Di dalam kereta perjalanan dari Leipzig ke Nurnberg Germany

Wiih itu ada sekelompok anak muda, pasti bisa bahasa Inggris, okeh, better gue duduk deket mereka supaya bisa tanya-2.

Risa : mas, maaf, mau tanya... saya mau turun di Nurnberg, kira-kira berapa stasiun ya...?
Gerombolan anak muda : (nyengir) Nicht, leider kann ich nich Englisch...!!! (sambil menggelengkan kepala...
Risa : (dalam hati) mampus gue, die ngomong apaan sih... @#&!*)&^%$ okeh, pasti die ga tau...

Selanjutnya... terpaksa duduk dengan gelisah sambil terus ngeliatin screen board di pintu sepanjang waktu.... satu-satu penumpang mulai turun, perasaan panik mulai mampir... ga ada orang di gerbong untuk ditanya.... ”Waduh, mana nih travel angel gue.... kok lagi ribet gini ga nongol...?!”

Tiba-2 masuk ibu-ibu renta, iseng nanya ke dia... hasilanya.... tambah ruwet... karena makin panjang di ngomong bahasa yg ga gue ngerti.... aaarghhh... &^#@^*)*^%+
Setengah putus asa akhirnya nekat pindah gerbong dan ada seorang bapak tua lagi asik duduk sendirian, ”oke, coba sekali lahi, siapa tau ada pencerahan” dalam hati berbisik penuh harap.

Risa : Maaf pak, saya mau turun di Nurnberg, (sambil nyodorin tiket) Anda berbahasa Inggris...?

Si Bapak : Ya, saya bisa berbahasa Inggris, saya juga turun di Nurnberg, nanti ikutin saya ajah.....!

Jiaaaahhhhh... akhirnya... travel angel gw masih ada.... lalu duduk dg nyaman sentosa sambil sekali-2 neglirik si Bapak. Kalo die bergerak, gw bergerak (kirain mau bangun, ternyata cuma pindah posisi duduk.. halah.... dan itu terjadi berkali-kali... ^__^)

Akhirnya si Bapak benar-benar bangun dan bilang, ”Ayo, kita turun di sini!” Den gan sigap langsung menyambar tas dan mengikuti si Bapak, tapi... jreeengggg... kenapa di pintu kereta ga ada tulisan Nurnberg...?

Karena penasaran dan ragu-ragu, akhirnya memberanikan diri untuk nanya ke si Bapak, ”Yakin pak, kita turun di sini..?

”Iya, ini Nurnberg....!” si Bapak udah lompat duluan...! Okeh harus ambil keputusan, ikut dia atau tetap tinggal di kereta, akhirnya sedetik setelah mencatat tulisan dipintu kereta, langsung ikutan si Bapak melompat keluar dari kereta. „”Ya sutralah, kalo salah stasiun, balik lagi ajah....!”

Bener deh bo... setelah turun dari kereta, Andrini temen dari Jakarta yg tinggal di Jerman yang mau jemput ga ada di stasiun, sialnya lagi Andrini bolak-balik sms dan nelpon sejak 10 menit yang lalu (kereta di eropa rata-2 ontime yah... catet...!). Gw dah bales 2 kali sms, ga bisa angkat telpon karena pulsa terbatas.... ribet.... !

Akhirnya setelah sekitar 20 menit saling cari... bertemulah kami di lobby stasiun.... dengan nada masih terengah-engah, gw complain sama Andrini.

”Hey jeng.... katanya gw harus turun di Nurnberg, kok nama stasiunnya beda...?”

Andrini dengan muka bingung menjawab, ”Maksudnya beda?”

Risa : Iya, gue tadi liat di pintu kereta tulisannya bukan Nurnberg..!

Andrini : Emang tulisannya apa...?

Risa : menyodorkan catatan yg tertulis di pintu kereta, ”Ini”

Andrini : (tertawa terbahak-bahak) ” Nich Einsteigen, itu artinya don’t enter ato jangan masuk, jeng Risaaaa.....

Risa : &$@!*(_&^$^

Leipzig Germany, setelah kembali dari Nurnberg, Ika dengan bahagia menceritakan kembali pengalaman aduhai ini kepada rekan-rekannya yg kompak pada ngakak.

Ika : Waaahhhh... lo parah lo jeng.... makanya kalo mau traveling, belajarlah sekata dua kata bahasa lokal.... wakakakak... (Ika ketawa ga berenti-berenti...)

Nasiiippp... nasippppp.... ^___^

Note : Ika adalah host gw di leipzig Germany ^__^

back to bluesaphier

Saturday, July 23, 2011

Iye teh NU *missing mode on* story



Kamu pernah bete...? Kamu pernah mati gaya...? Kamu pernah mengalami rasa iri begitu akut-nya sampai-sampai kamu berharap teknologi kloning bisa dibeli di supermaket terdekat...?

Itulah yang saya rasakan saat berada di Coimbatore India bersamaan waktunya dengan acara CSI Festive 2011 berlangsung di Indonesia. Rasa senewen melanda sejak tanggal 20 Juni menjelang CSI Festive Indonesia berlangsung. Hasrat hati ingin bertanya-tanya kepada segenap seksi repot –yang sama sekali engga seksi akibat kurang tidur dan kurang gizi, karena biasanya mereka lupa makan kalau sedang sibuk dalam rangka mempersiapkan acara CSI Festive 2011—, terpaksa diendapkan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, karena tidak mau mengganggu mereka yang sedang sibuk.

Terbayang betapa heboh dan serunya acara tersebut, karena saya ikut membidani dalam persiapan acara bersama jeng ambas Nancy Margaretha, om Harry Porter –yang member Komunitas Malam Minggu Engga Ke Mana-mana—, om Tole & Syatiri dari TRAMP sang penyelam gunung –suka-suka mereka aja lah, mau menyelam di gunung atau treking di laut, karena aktivitas mereka kalau tidak di kedalaman, ya diketinggian. Biar gampang, sebut saja mereka “penyelam gunung”, beres—. Plus temen-temen dari KOAL SMP 42, Yunita, Hidayat & ibu Vienny. Pulang pagi di Dunkin Donut Rawamangun yang buka 24 jam –tapi cuma beli teh doang, maklum, kantong backpacker LOL— bukan masalah, ide-ide terus mengalir di antara kantuk dan lelah.

Aktivitas menghitung hari berdetak setiap hari, rasa ingin terbang dari India ke Jakarta dan bergabung dalam kehebohan yang sudah terbayangkan dengan mengacu pada acara CSI Festive tahun kemarin semakin menyesakan dada. Efeknya, kerja di India jadi engga konsen, maunya ngintipin status di FB-nya para seksi repot itu, mencoba mencuri-curi informasi. Walhasil, semakin tercuri informasinya, semakin sakit hati. Halah... serba salah.... @__@

Saat iseng-iseng lihat album foto jalan-jalan di Solo, saya menemukan foto “pohon teh berbuah “NU Green Tea”. Foto tersebut diambil saat mengantarkan Monica sahabat dari Jerman yang ditemani Ary –teman CS yang pernah nge-gembel / backpacking bareng ke China, kami memang biasa melakukan aktivitas share host seperti ini bersama teman CS— yeah kami selalu "BERANI BERBAGI".

Monica sangat menyukai NU Green Tea, sehingga kami seringkali membelinya dalam perjalanan selama 2 minggu di Jakarta, Yogyakarta dan Solo. Rasa manisnya tidak terlalu berlebihan diantara aroma green tea yang segar dan khas. Saya pribadi pecinta teh, terutama teh hijau. Hampir setiap hari saya meminum teh hijau. Kehadiran NU Green Tea dengan kemasan botol sangat membantu aktivitas backpacking. Sayangnya saya tidak bisa menemukannya di China, India, saudi Arabia, Vietnam dan beberapa negara lain yang pernah saya singgahi. Kerinduan terhadap teh dengan rasa “truly Indonesia” bisa menjadi-jadi bila backpacking ke negara yang sulit menemukan teh. Ingin membawa kemasan botol, terbentur regulasi di airport yang tidak membolehkan penumpang pesawat membawa cairan lebih dari 100 ml. Kalau harus masuk bagasi..? waduh.. uhmmm... *celingak-celinguk mode on* sssstttt.... backpacker menghindari yang namanya bagasi, kalau kata jeng ambas Nancy Margaretha, “Mau nge-gembel 4 hari ato 4 bulan, tetep pake day pack dengan berat engga lebih dari 7 kilo supaya lolos masuk cabin pesawat dan menghemat budget traveling” so..... saya merindukan solusi untuk bisa tetep nge-teh dengan rasa “truly Indonesia” tapi praktis dan mudah. Kemasan sachet useful kali yaaahhhh.....?!

Setelah acara CSI Festive selesai, notifikasi di FB saya setiap harinya tidak pernah kurang dari 30 notifikasi untuk tagging photo. Sahabat-sahabat yang terlibat di acara CSI Festive 2011 benar-benar memahami dengan baik bagaimana membuat saya terkapar tak berdaya akibat rasa iri engga bisa eksis bersama mereka. @_@

Dengan “pongahnya” mereka memberikan komen-komen pada foto-foto tersebut yang membuat saya cemburu lahir-bathin dunia-akherat *sigh*. Bagusnya, banner buku saya “Cyber Love Adventure” terpajang dengan manis bersama banner lainnya. Terobati rasa iri saya sedikit, at least banner buku saya ikutan eksis di CSI festive 2011 hehe.... Namun..... dendam kesumat untuk bisa eksis masih mengendap di dalam dada. Harapan dan do’a tulus saya, semoga acara CSI Festive tahun depan tidak berbenturan dengan acara ngelayap ke luar negri dan bu ambas tetap cinta Indonesia –baca: tinggal di Indonesia saat acara berlangsung—, sehingga beliau tetap jaga warung menyiapkan acara CS yang kreatif bersama dengan kroni-kroninya di seantero Nusantara.

I love CS so much, karena CS dan komunitas Backpacker Dunia, traveling ke luar negri bukan lagi mimpi. Dan saya mendapatkan banyak sahabat serta saudara melalui CS. Saya menuangkan ungkapan cinta saya melalui buku “Cyber Love Adventure” yang berisi pengalaman pertama saya bertemu dengan komunitas CS di China.

I know, iye teh NU missing mode on story, ari kumaha atuuuh...? ^___^

Monday, April 04, 2011

Tanggapan Status Facebook Amelia Masniari

(ini co-pas tanpa edit dari note-FB-nya Nancy Margaretha penulis buku "backpacking modal jempol")


Ditujukan kepada:

1. Amelia Masniari.

2. 4900-an lebih daftar teman facebook Amelia Masniari.

3. Khalayak pencinta travelling lainnya yang memiliki presepsi yang sama dengan Amelia Masniari.

4. Anggota Organisasi Jaringan Silaturahmi.

5. Publik.


Subjek: Tanggapan status: "Penikmat Traveling Menjadi Benalu Di Luar Negeri."


Perkenalkan, nama saya Nancy Margaretha. Sukarelawan beberapa organisasi Jaringan Silaturahmi Dunia dan Penulis buku: "Backpacking Modal Jempol - Jelajah Eropa Rp500rb-an/bln"

Tulisan ini bertujuan untuk menanggapi status saudari Amlia Masniari sebagai berikut:

heran bgt sbh buku ttg travelling 2 jt 18 hari ke china n bk sejenis lainya. aduh pls deh menulis make sense dan tdk membohongi publik, emangnya 18 hari gak makan, gak pakai transportasi, gak jajan, gak msk ke obyek turis yg harus bayar? gak byr pswt, htl? gak ada yg dibeli? kalaupun numpang tidur makan kayaknya gak segitunya juga deh. jadilah penikmat travelling, bukan jadi benalu di rmh org di ln.

yang diposkan pada hari Sabtu 26 Maret 2011 pada jam 10:02 melalui perangkat BlackBerry, seperti terekam disini:

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=724202492270&set=a.622494984930.2203056.202907320&theater


Fokus tanggapan saya terutama kepada beberapa kalimat terakhir sbb:

“kalaupun numpang tidur makan kayaknya gak segitunya juga deh. jadilah penikmat travelling, bukan jadi benalu di rmh org di ln.”

Untuk kalimat lainnya saya tanggapi sebagai tambahan pencerahan bagi yang membaca.

Latar Belakang

Kita semua tahu untuk melakukan kegiatan traveling didukung oleh empat faktor utama: Transportasi, Akomodasi, Konsumsi dan Rekreasi.

Organisasi Jaringan Silaturahmi seperti: www.CouchSurfing.org, www.HospitalityClub.org dan lainnya mendukung para penikmat travelling dengan memfasilitasi pertukaran Akomodasi secara cuma-cuma antar anggota.

Setiap anggotanya diajak untuk mencoba menginap dirumah dengan sesama anggota lainnya diseluruh dunia. Dimana jamak kita sebut: MENUMPANG.


Perlu diketahui, publikasi yang dilakukan oleh saudari Amelia telah berdampak cukup signifikan. Terlebih ketika status yang dituliskan ternyata mendapat respon yang lebih tajam dari beberapa para orang yang tergabung sebagai daftar teman facebook saudari Amelia. (Terutama saudari Uray Camila Insani Safarman : http://www.facebook.com/people/Uray-Camila-Insani-Safarman/1251906708)

Saya sebagai ketua dari beberapa organisasi jaringan silaturahmi mewakili komunitas di Indonesia telah menerima laporan dari beberapa anggota organisasi yang tidak setuju dengan opini saudari dan mereka-mereka yang membalas opini tersebut dengan komentar yang menyebutkan hal-hal kurang pantas dikemukakan. Salah satu anggota jaringan silaturahmi telah melayangkan surat keberatannya secara langsung kepada saudari Amelia dan tidak mendapat tanggapan. Kemudian surat tersebut di eskalasi dengan surat terbuka dan berakibat publikasi yang lebih besar lagi.


Didalam surat terbuka tersebut juga diusung beberapa pasal yang dapat digunakan untuk menarik perbedaan pendapat ini ke ranah hukum sebagai bentuk Pencemaran Nama Baik dalam klausul Penghinaan.

Hal ini membuktikan betapa keTIDAKPAHAMAN akan suatu hal, jika di gaungkan akan mengakibatkan keSALAHPAHAMAN, bahkan menarik orang lain yang tidak paham terjerumus untuk memberikan pendapat yang berisi PENGHINAAN.


Melalui tulisan ini, saya mencoba mencoba meredam keresahan dengan memberikan penjelasan tanpa meninggalkan rasa hormat atas hak kebebasan memberikan pendapat. Semoga tulisan ini sampai kepada pihak yang dituju, disimak dengan hati nurani yang bersih dan akhirnya dapat mendewasakan semua pihak, baik yang merasa tersinggung dan pihak yang dikira menyinggung.


Tanggapan:

Ada banyak cara dan metode menikmati travelling. Misi yang dilakukan sangat dinamis dan hasil yang dirasakan sangat subjektif.

Sama seperti cara menikmati travelling yang hasilnya subjektif & relatif, Implementasi menumpang dirumah orang lain juga memiliki citra yang berbeda-beda. Tak luput juga pada konsep menumpang sesama anggota yang diusung oleh Jaringan Silaturahmi. Pasti ada nilai positif dan negatif nya.


Citra Negatif

Pada sebagian orang, citra negatif menumpang dirumah orang lain dianggap "MEMALUKAN", pada status saudari Amelia dianggap "BENALU".

Saya merasa perlu memberikan pencerahan tentang citra negatif ini.


Mengapa saya merasa berkepentingan?


Sebagai Sukarelawan organisasi yang mengusung konsep menumpang dalam traveling BERTANGGUNG JAWAB meluruskan citra negatif tersebut, terlebih jika telah dipulikasikan ke banyak orang (dalam kasus saudari Amelia minimal citra tersebut tersebar kepada lebih dari 4000 *empat ribuan daftar teman yang dimiliki saudari)

Status yang dituliskan bukan hanya telah memberikan citra yang salah, tapi juga penghinaan suatu konsep yang telah terbukti banyak manfaatnya dengan pembelokan pemahaman kepada mereka yang membaca dan BELUM mengerti apa dan bagaimana konsep menumpang di rumah orang lain ketika melakukan perjalanan ke luar negeri.

Organisasi Jaringan Silaturahmi, memiliki sistem tersendiri yang dibangun untuk meminimalisir dampak negatif kegiatan menumpang antar anggota.


Sistem tersebut:

A. Kegiatan menumpang hanya dilakukan oleh antar anggota yang telah di seleksi oleh sistem secara virtual dan/oleh sesama anggotanya yang merupakan masyarakat umum dalam kehidupan nyata.

B. Setiap anggota menghormati kebebasan dan hak untuk menerima/diterima atau menolak/ditolak anggota yang ingin menumpang/ditumpangi.

C. Referensi/komentar/kesaksian setelah kegiatan menumpang dan ditumpangi harus dipublikasikan secara terbuka, demi membangun kepercayaan dua belah pihak dan anggota lain.

D. Beberapa Organisasi Jaringan Silaturahmi terdaftar sebagai organisasi resmi, berbadan hukum dan diakui di dunia internasional.

Organisasi tersebut memiliki sukarelawan yang terstruktur dan jelas sebagai alat pengawasan.

Perlu saya ingatkan, salah satu badan penggusung konsep jaringan silaturahmi adalah organisasi Servas yang terdaftar pada organisasi persatuan bangsa-bangsa (PBB/United Nation).

E. Secara garis besar, misi organisasi jaringan silaturahmi adalah pertukaran kebudayaan yang bertujuan menciptakan perdamaian dunia yang menggunakan kegiatan "tumpang-menumpang" sebagai sarana.

Seperti dijabarkan diatas, jelas kegiatan tumpang-menumpang yang dilakukan oleh para traveller dari organisasi jaringan silaturahmi bukan hanya kegiatan 'freeloading' dimana penumpang hanya mengambil kebaikan hati yang ditumpangi, namun bagi mereka yang menumpang, diharapkan dapat memberikan kontribusi lainnya yang sesuai dengan misi organisasi tersebut.


Citra positif.

Sebagai bahan perbandingan, kiranya saudari Amelia melakukan observasi secara teliti dan menyeluruh tentang konsep tumpang-menumpang yang dilakukan oleh anggota jaringan silaturahmi dalam perjalanannya.

Terutama pada tulisan dalam buku yang saudari Amelia sebutkan. Pantas kiranya saudari Amelia membaca secara jelas buku yang dimaksud terutama pada tulisan kegiatan tumpang-menumpang, sebelum mengungkapkan opini secara terbuka.

Hampir 20.000 anggota jaringan silaturahmi di Indonesia yang bisa anda tanya manfaat dari kegiatan MENUMPANG ketika melakukan perjalanan (travelling).


Jika dikira sulit mencari anggota jaringan silaturahmi/petulang tumpang-menumpang di Indonesia, silahkan masuk ke dalam beberapa situs organisasi untuk menjaring informasi dari jutaan anggota lainnya di seluruh dunia.

Atau untuk lebih cepatnya, silahkan membaca reportase media yang telah memberitakan kegiatan jaringan silaturahmi, CouchSurfing khususnya. Beberapa diantaranya telah dipublikasikan oleh media lokal yang cukup signifikan, seperti Kompas, Jaringan surat kabar Jawa Pos, program televisi TV-One, RCTI, juga bilangan majalah-majalah berisi tema petualangan dlsb.


Jika berkenan, saya juga ingin mengundang saudari Amelia, para rekan peminat travelling, penggelut komunitas petualang/traveling/backpacker untuk bergabung dalam acara yang sedang kami persiapkan bersama kedutaan Amerika Serikat dalam waktu dekat ini. Acara tersebut bertujuan menggaungkan misi pertukaran budaya, pemahaman keragaman kehidupan antara masyarakat diseluruh dunia pada umumnya juga antara rakyat Indonesia dan Amerika Serikat pada khususnya. Organisasi CouchSurfing sebagai organisasi non-monetary yang tidak bertujuan komersil merasa pantas dipakai sebagai corong untuk mengkampanyekan misi tersebut. Bilamana acara yang didukung oleh institusi yang cukup signifikan ini berhasil kami usung, harapan kami pemahaman kegiatan TUMPANG-MENUMPANG organisasi CouchSurfing dan organisasi jaringan silaturahmi lainnya dapat diterima oleh masyarakat luas dengan pengertian yang benar.

Salah satu tujuan kami mengkampanyekan kegiatan jaringan silaturahmi ke pelbagai sarana informasi terbuka adalah agar kegiatan ini tidak di asumsikan salah dan menghindari kebohongan publik. Karena jika demikian kiranya maka para media, institusi dll yang telah ikut serta mempublikasikan misi jaringan silaturahmi adalah bagian dari alat yang ikut membohongi publik itu sendiri. Tidak ada keberanian kami untuk menipu publik dengan menggunakan jaringan seluas itu.


Permintaan saya,

Jika saudari Amelia dan para sahabat lain menemukan kasus kegiatan tumpang-menumpang yang dilakukan oleh anggota jaringan silaturahmi merupakan kegiatan yang berdampak negatif kepada anda dan meresahkan masyarakat secara umum, saya sebagai sukarelawan sangat berterima kasih untuk menerima laporannya agar bisa segera ditindak baik secara keorganisasian, maupun hukum yang berlaku dinegara yang bersangkutan.


Namun, jika saudari Amelia dan para sahabat lain tidak sepaham atau tidak paham dengan konsep jaringan silaturahmi, tulisan ini adalah sebagian dari penjelasan dimana juga bertujuan untuk menyatakan ketidak setujuan / penolakan citra negatif yang dipublikasikan oleh saudari Amelia.


Jika tulisan ini ternyata tidak sesuai dengan maksud dan tujuan sebenarnya opini yang dituliskan oleh saudari Amelia, Saya MOHON MAAF.

Jika tulisan ini ternyata menyinggung dan terdapat perbedaan pendapat dengan saudari Amelia, saya membuka waktu dan tempat untuk berdiskusi dengan kepala dingin antara saudari Amelia dan saya, yang bersedia mewakili para pelaku traveling pengguna metode menumpang dirumah orang lain.


Jika tulisan ini ternyata justru memberikan pencerahan kepada saudari Amelia tentang konsep 'tumpang-menumpang dalam perjalanan' yang sebelumnya tidak saudari Amelia pahami, sudah selayaknya saudari Amelia mempublikasikan kesalah-pemahaman tersebut kepada khalayak. Hal ini saya rasa perlu dan penting sebagai pelurusan citra yang telah saudari belokkan secara terbuka. Saudari dapat melakukan pelurusan citra tersebut melalui status situs jaringan sosial (seperti yang saudari lakukan sebelumnya) atau metode lainya yang dapat di saksikan publik secara luas.


Jika, anda yang membaca tulisan ini adalah anggota jaringan silaturahmi yang merasa tersinggung dengan opini saudari Amelia, kiranya tulisan ini menjadi corong bagi anda untuk membuka jalur silaturahmi dengan mereka yang belum mengerti paham konsep yang kita lakukan.

Saya mohon kedewasaan, kesabaran dan hikmat untuk menerima perbedaan pendapat. Seringkali saya tulis pada forum-forum organisasi, lebih dari 80% mereka yang terlihat salah memahami dan/atau mengadaptasi konsep jaringan silaturahmi bukanlah mereka yang berniat untuk membuat kesalahan, namun karena mereka TIDAK TAHU. Selain ketidaktahuan oleh karena kita pula citra negatif bisa muncul.

Sebagai anggota, penggiat dan pelaku konsep tumpang-menumpang dalam organisasi jaringan silaturahmi, tugas kita mengkampanyekan misi dan visi jaringan silaturahmi secara benar dan dapat dipertanggung jawabkan.

Semoga tulisan ini dapat diterima dan dipahami dengan baik.


Salam.

Nancy Margaretha

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengguna:Nonesee

Sukarelawan Organisasi Jaringan silaturahmi.

-------------------------------------------------------

Pendapat saya tentang 'Backpacker Tukang Numpang' bisa dilihat disini:

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150462210570634

Tulisan tersebut merupakan pendapat pribadi, tidak terkait dengan status saya sebagai sukarelawan jaringan silaturahmi.

Pendapat saya tentang:

Kebohongan Publik yang ditulis oleh penulis buku, menumpang merupakan tindakan merendahkan derajat bangsa dan kredibilitas penulis yang menggunakan jalur tumpang-menumpang dalam menikmati perjalanannya (travelling), bisa dibaca disini:

"Kebohongan Publik?"

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150464151375634

Tulisan tersebut merupakan pendapat saya sebagai Penulis Buku.


back to blueSaphier's home


Kampung Girl by Uncle JC :p

Sumpah, kocak banget...! I can't stop laughing, so funny & creative parody music... Hwakakakak... Uncle JC is bule gilllaaaa.....